WELCOME TO MY ONLINE DIARY
happy reading
Simplicity is the New Infinity
Been along time since I wrote something in here, about a month ago or so *sigh* dunno why but just didn’t feel like writing anything, but now I am back and hopefully I will continue writing anything (at all) later (if anyone ever reads this blog apart from me, LOL) just wait for any updates :D
Kembali lagi, tanggal 12 aku pergi nonton barengan sahabat aku Icha Maricha Hey Hey #Eh? berasa hari Senin itu khusus buat hari nonton, hehe, tapi sekrang jadi bertiga barengan ama mi novio :)
Setelah nunggu mi novio yang lamaaa datengnya, kita langsung capcus, si Icha udah pasrah mau naik angkot sendirian dan ngebiarin kita naik motor berdua, tapi my kind BF bilang, udah kita naik angkot aja bertiga, Icha bersikeras bilang nggak apa-apa tapi mi novio juga keukeuh soalnya nggak enak sama dia, so kita bertiga pergi naik angkot ke BSM buat nonton.
Tadinya mau nonton The Woman in Black yang diperanin sama Aa Daniel Radcliffe, tapi nggak jadi soalnya ternyata belum ada, yaaah, kecewa, tapi jadinya kita nonton Man on a Ledge setelah milih-milih antara film-film lainnya yang lagi tayang, daripada nonton film horror Indonesia (bukan berarti aku nggak suka film Indonesia ya) ya udah mendingan nonton film barat, sekalian belajar bahasa Inggris juga, hehe.
Man on a Ledge

Bercerita tentang seorang narapidana yang ternyata adalah seorang mantan polisi Nick Cassidy (Sam Worthington) yang terpaksa masuk penjara karena dituduh mencuri berlian (nggak tahu berlian macam apa dan berapa karat, yang jelas GEDE banget) oleh seorang kaya bernama Englander (Ed Harris) padahal sebenernya dia nggak salah dan hanya dijadikan kambing hitam oleh sang milliuner, yang sewaktu itu hampir bangkrut dan demi mengmbalikan kekayaannya dia menjadikan Nick sebagai korbannya.
Merasa tak bersalah, Nick pun ingin mengembalikan nama baik serta kebebasannya, dia pun kabur dari penjara ketika dia menghadiri pemakaman ayahnya. Disitu dia berkelahi dengan adiknya Joey Cassidy (Jammie Bell) karena telah mengecawakan dan memberi nama buruk pada keluarga. Setelah kabur Nick pun pergi ke suatu hotel dengan menggunakan nama lain dan disitu dia mulai menjalankan aksinya yang semata-mata dia buat, untuk ngebuktiin kalau dia is innocent.
Dimulai dengan memesan kamar eksklusif disebuah hotel mewah di tengah kota New York, Roosevelt Hotel, dikamar lantai 25 itu dia memulai aksinya, memesan sebuah makan malam mewah dan menghapus sidik jarinya dia mulai beraksi dengan keluar dari jendela hotel dan berdiri diatas balkon sempit hotel itu yang membuat dia menarik perhatian banyak orang yang berlalu lalang dibawah. Kontan polisi dipanggil karena mereka mengira ada orang yang mau bunuh diri. Nick pun dibujuk polisi Jack Dougherty (Edward Burns) agar dia mau membatalkan niatnya untuk bunuh diri, tapi Nick menolak, dia malah ingin didatangkan seorang detektif polisi merangkap negosiator Lydia Mercer (Elizabeth Banks) yang sedang absen dari tugas kepolisian karena gagal membujuk seorang polisi yang berniat bunuh diri dari Brooklyn Bridge sebulan yang lalu.
Sebenarnya Nick tak pernah berniat untuk bunuh diri dia hanya ingin mengalihkan perhatian masyarakat, polisi juga Englander dari yang sebenarnya dia rencanakan. Sementara dia mengalihkan perhatian polisi dan masyarakat, adiknya Joey dan pacarnya Angie (Genesis Rodriguez) merangsak masuk kedalam perusahaan Englander yang sudah ditutup untuk hari itu demi mendapatkan berlian yang ‘katanya’ pernah dicuri oleh Nick. Film ini penuh dengan adegan yang bikin deg-degan, siapa yang nggak deg-degan kalau liat adegan orang mau jatoh dari lantai 25, adegan masuk-masuk gorong-gorong buat masuk ke gudang berlian, nyalain peledak, adegan tembak-tembakan, dan adegan loncat dari lantai paling atas dan berlian yang gedenya segede alaihim. WOW.
Berhasilkah Nick membuat Lydia percaya kalau dia tidak bersalah? Berhasilkah Joey dan Angie masuk kedalam gudang berlian demi dapetin berlian besar itu dan nunjukin kalau Nick jujur tanpa ketahuan Englander? Kenapa Mike Ackerman (Anthony Mackie) bilang pada Dougherty bahwa sebenarnya Nick memegang detonator dan secepatnya dia bisa meledakannya dan mencelakai orang-orang dibawah, sampai dipanggilnya SWAT oleh polisi Dante Marcus (Titus Welliver), siapa sebenarnya yang bersalah? Siapa sebenarnya man behind the set up? Buat yang suka film action dan adegan yang bikin deg-degan, inilah salah satu yang harus dimasukan kedalam must see movies this month, dan rating film ini dari aku hmmm, 3 1/2 deh :D ayo ditonton, mumpung masih ada dibioskop :))
Siapa sih yang nggak kenal istilah “Man Jadda Wa Jada” ? Istilah ini mulai terkenal saat novel Negeri 5 Menara diluncurkan. Novel pertama dari trilogi novel masterpiece karya A. Fuadi ini di gubah menjadi film ditangan sutradara Affandi Abdul Rahman dan baru-baru ini diluncurkan dan kabarnya dapat sambutan baik dari masyarakat, terutama para pembaca novel tersebut.
Sekitar dua minggu yang lalu, tanggal 5 Maret, aku nonton film ini berdua barengan sahabat aku Icha. Acara nonton yang serba mendadak, diwarnai dengan bimbingan PKL, waktu yang mepet serta seorang sahabat yang nggak jadi ikut karena ada kencan #Eh? Tapi akhirnya jadi juga nonton ini film, so I’m gonna write a review about the movie :D
Sebelumnya aku udah tahu soal novel karya pemuda asal Sumatera ini (cieee) tapi entah kenapa aku dan buku-buku beliau belum berjodoh nampaknya. Secara aku yang seorang book freak or more likely a book worm belum pernah baca satu buku pun dari trilogi novel yang beliau tulis (novel ketiga jangan dimasukin soalnya masih dalam masa penulisan) : Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna dan satu novel dalam masa penulisan yang kabarnya judulnya ada unsur angka 1’nya. Setelah nonton filmnya aku bersumpah *kepalan tangan di dada* buat beli novelnya kalau udah ada rejeki dan baca semuanya :D yeaaah. Terutama juga karena aku suka novel yang membahas tentang mimpi dan kekuatanya :D berasa aku banget gitu, hehe. Eh kapan nulis reviewnya?
Sebagai seorang awam, dalam artian orang yang nonton filmnya karena ajakan teman dan karena mendengar kalau film ini menarik dan bukan karena telah membaca novelnya which I still whole heartedly regret aku jadi pake ilmu sok tahu. Maksudnya, nebak-nebak aja gimana jalan cerita filmnya. Hehe.
Sebagai dua orang wanita yang terlambat masuk bioskop, kita milih duduk disebelah sisi atas kanan bioskop, yah nggak buruk lah tempatnya, lumayan bisa liat jelas para pemainnya, terutama Donny yang Oh-My-Gawd-He-Is-So-HAWT-He-Melts-My-Damn-Heart, eh kok kesitu? Anyway kita pun sedikit ketinggalan pembukaannya, sedikit tapi, tahu-tahu si Alifnya udah mau pamitan sama Ibu dan adiknya karena dia mau ke Gontor. Ini nih lengkap reviewnya …

Film yang berseting di banyak tempat, dari pinggiran Danau Maninjau, ranah Minangkabau di Sumatera, pelosok desa di Gontor ujung Jawa Timur, tengah kota Bandung juga Trafalgar Square London Inggris ini berawal dari Alif, seorang remaja bersahaja yang kesehariannya diisi dengan bermain dipinggiran Danau Maninjau, berburu durian runtuh di Bukit Barisan, juga bermain bola berkecipak lumpur dan main air di danau (asik bener), dia nggak pernah napak di tanah lain selain tanah kelahirannya, sampai akhirnya Amaknya menginginkan dia untuk menjadi seorang yang berguna dengan mengirimkannya ke Pesantren Modern di Gontor dengan rekomendasi dari seorang kerabat yang sekarang belajar di Kairo, agar saat pulang nanti dia menjadi seorang Ustadz yang dihormati didesanya kelak.
Tapi lain Amak, lain pula anaknya. Alif bukan seseorang yang hanya ingin tinggal di satu tempat, dia orang yang ingin mengembara dan menjelajah dunia. Dia punya mimpi yang sangat tinggi (gue banget). Tapi demi menyenangkan hati Amak dan Bapaknya dia pun pergi ke Gontor dengan Bapaknya, naik bis tiga hari tiga malam lintas Sumatera dan Jawa (kebayang capeknya dan pegelnya pantat habis itu) setelah pamitan dengan Amak dan adiknya. Walau dengan hati yang berat, karena keinginan Alif yang sesungguhnya dia ingin belajar dan bersekolah di Bandung seperti sahabat karibnya yang sudah lebih dulu pergi kesana dan saat lulus nanti dia ingin berkuliah di ITB dia ingin menjadi B.J Habibie bukan sepeti Buya Hamka seperti keinginan Amaknya.
Setelah sampai, alif dan Bapaknya harus menunggu untuk pelaksanaan ujian masuk Pondok Madani, esoknya ujian dilaksanakan, Alif diberi sebuah ballpoint oleh Bapaknya, ballpoint itu turun menurun dan sekarang di giliran Alif untuk menerimanya.
Alif yang merasa masih setengah hati untuk masuk Pondok Madani, berniat untuk menjawab semua pertanyaan ujian tapi saat melihat Bapaknya yang ada diluar nampak dengan penuh harap dan dengan sabar menunggu anaknya menyelesaikan ujian, Alifpun berubah pikiran. Esoknya, saat pengumuman penerimaan murid baru, Alif dan Bapaknya dengan harap-harap cemas membaca satu-persatu nama yang ada di papan pengumuman dan ternyata dia lulus.
Bapaknya bahagia dan merasa bangga dan sampailah waktu dimana dia harus pulang dan meninggalkan Alif di pesantren yang mewajibkan para murid berbicara bahasa Inggris dan Arab ini untuk menuntut ilmu. Eeeeeh di filmnya kepala si Alif (yang diperanin sama pemain pendatang baru yang imut Gaza Zubizareta) tiba-tiba botak, haha.
Singkat cerita karena dikenai hukuman jewer beruntun oleh seorang guru, Alif jadi dekat dengan kelima orang temannya yang lain. Ada Raja dari Medan *aksen Batak*, Atang dari Bandung *aksen Sunda*, si pintar Baso dari Gowa, Dulmajid dari Sumenep dan Said dari Surabaya. Langsung mereka berteman baik dan mereka punya kebiasaan unik saat sore hari menanti adzan Maghrib tiba, mereka akan duduk-duduk dibawah menara masjid yang tinggi dan ngobrol, bercanda sambil melihat keatas langit dan menatap awan dan berkhayal kalau awan-awan dilangit itu negara-negara yang ingin mereka kunjungi. Alif yang membayangkan Amerika, Raja yang membayangkan Trafalgar Square London, atang yang mebayangkan menara Kairo Mesir dan tiga orang lain yang ingin belajar dan mengabdi di negeri sendiri. Mereka pun berjanji untuk tetap bermimpi dan mencoba untuk meraih mimpi mereka masing-masing itu.
Petualangan merekapun dimulai dan banyak adegan menarik difilm ini yang aku lihat :D dimulai dari perkenalan mereka yang di dampingin sama guru mereka yang diperanin sama Mario Irwinsyah *ngeces* lanjut dengan perkenalan mereka masing-masing, kelas bahasa Inggris pertama mereka dengan Atang yang berpura-pura sebagai orang buta dan harus memainkan sebuah dialog sederhana barengan Alif dan Baso lanjut ke adegan dimana mereka masuk kelas pertama dengan Donny Alamsyah sebagai guru dan mulai mempopulerkan kata-kata “Man Jadda Wa Jada” dan menanamkan kata-kata ini dihati anak muridnya (dan aku), dengan membawa pedang berkarat dan kayu, “Bukan yang paling tajam tetapi yang paling bersungguh-sungguh” dan kayu yang beliau bawa pun, bisa patah dengan dipotong memakai pedang berkarat itu.
Lanjut dengan adegan dimana Baso ingin mengikuti lomba pidato bahasa Inggris tapi dia nervousan jadi dia dibantu sama kelima orang temennya dengan dibuatin orang-orangan dari bola dan baju dan berlanjut sampai ke lomba pidatonya yang asli. Atang yang lucu dengan aksen Sundanya yang khas juga kelucuannya yang natural bikin kita ngakak sepanjang film, terutama aku, haha. Ditambah lagi dengan ponpres yang sering mati lampu karena generator yang tua yang lanjut di benerin sama Atang barengan temen-temennya atas ijin ketua ponpres yang diperanin sama Ikang Fauzi (yang ternyata ceritanya Pak Ustadz itu bisa maen gitar dan nyuruh muridnya buat bikin musik dan main musik dari hati, kereeeen!) si Atang keren banget, ceritanya dia punya kemampuan gambar mesin dan mekanisme mesin yang keren.
Cerita pun berlanjut dan konflik pun mulai diantara mereka, dimulai dari Alif yang mulai nyoba masuk ekskul jurnalis sekolahnya sampai dia berhasil dipinjamin kamera dan dipercayain buat nulis artikel-artikel dan ngewawancarain beberapa ustadz disana, Alif yang jatuh cinta sama keponakannya pimpinan ponpres, perjalanan Alif dan kawan-kawan ke Bandung, Baso yang harus pulang ke Gowa karena neneknya sakit, mereka yang mau ikutan lomba pementasan di pesantren dan mau mentasin perjalanan Ibnu Batuta yang jadi idola Baso buat ngehormatin dia yang terpaksa putus sekolah karena harus pulang dan pergolakan batin Alif antara harus tetap tinggal di pesantren atau pindah ke Bandung mengejar impiannya.
Dan diakhirn ceritanya, mereka semua sudah sukses dan berhasil mencapai impian mereka masing-masing dan bertemu di Trafalgar Square setiap tahunnya sesuai janji mereka :D asiiik …
Banyak hikmah yang bisa didapat dari film ini terutama tentang satu hal, yaitu : Kekuatan mimpi. Seperti yang ditulis A. Fuadi didalam novel Negeri 5 Menaranya. Jangan remehkan kekuatan mimpi. Sekecil apapun. Sungguh Tuhan Maha Mendengar.
I rate this movie with FOUR STARS, it should be watched for people who dare to dream and dare to make it to become reality. Like me :D I’m on my way to reaching my dreams! yang belom nonton dan pengen banget nonton, mendingan cepetan, mumpung masih ada di bioskop :D
I’ve got a new hobby, well at least I have something to do apart from my job of being a student that has so much time to spare because I am not doing my replacement job this semester unlike the others and I will be doing it on the next instead. Well, but that’s not the reason why I am writing this right now though, its about my new hobby :D
Aaand that is, sending postcards to some random people all around the world. What? Yes, sending postcards to some random people all around the world. Have you ever heard a webiste that’s called postcrossing.com? Well if you haven’t then let me explain a few things about it. Basically it is a website that provides us ways to send postcards to the members of the site the site has many members from around the world and from Indonesia it self, it has 1700+ members, cool huh?
Postcards are rarely used nowadays because of the technology improvements. People don’t really send postcards and airmails anymore because right now they have faster and cheaper ways to do it. Such as e-mails, text messages and BBM or whatever. So now compared to those ways I just mentioned before, who wants to wait for 2-4 weeks long to wait for a message. But not for me though, I like sending postcards and before I could use e-mails, I used the manual ways to say happy birthday or happy Christmas to my friends and relatives using airmails, and that was fun, the feeling when you have to wait for almost a month long to receive your mail from your friend who lives abroad cannot be compared with the feelings when you text messages somebody. As well as the feeling of surprise when you receive a postcard from someone and you try to guess what picture on the postcard will you get and not to mention the feelings when you write the message on the postcards and in your mails, that’s incomparable.
Postcards and mails are more intimate for me. Because you have to write it by yourself, using your own handwriting and you write what you want to write at the mo and it has your signature, unlike e-mails and textmessages and messangers and so on (even though I also use them), that’s why I like them.
And postcrossing.com provides ways for such people like me who like postcards and like to send postcards to be able to do it. Basically just go on the website, sign up and then confirm the e-mail and as postcards ID to be able to send a postcard to a random person the sites chooses for you and that’s it, go to the nearest bookshop or post office, buy a good postcard that you thing the person you are sending will like, write your message and that could be anything, put on a stamp and send, and as soon as your postcard been received to that person, he or she will put your Postcard’s ID on the site and the site will send you address to some random person and soon you will get a postcard from that person. It’s a piece of cake.
So anyone who likes postcards and like socializing to some random people as well as like to collect postcards from around the world or just don’t have anything to do during your spare time, then you should join this site! And who knows maybe you and I will send each other postcards at some time :D and oh I’d really love to receive a postcard from somebody who lives in some place I don’t know before and I never heard of, such as Ivory Coast or I don’t know where ever it is. Hopefully.
Happy postcrossing all!

Setiap orang pasti punya mobil impian, aku juga termasuk, hehe. Suatu hari pengen beli mobil supaya lebih mudah dan nyaman kemana-mana, nggak usah desek-desekan sama penuh-penuhan diangkot atau dibis, apalagi kalau mau keluar kota, hehe, dan inilah beberapa mobil impian aku.
Aku suka mobil karena apanya ya? Hmmm, sebenernya lebih ke fungsi dan harga (maklum mahasiswi kere) yang murah tapi tetep punya fungsi selayaknya mobil, kalaupun punya duit banyak entar, aku nggak akan beli mobil yang harganya M-Man, aduuuh, mendingan dipake buat apa gitu daripada harus dipake buat ngerawat mobil super mahal, kebayang kalau ilang atau kegores dikit, sakit hatinya berbulan-bulan, haha. Selain itu, aku juga suka mobil dari modelnya, aku suka model-model retro dan simple, macam VW Beetle Classic ataupun yang baru, aku suka banget sama bentuknya, soalnya unik, haa. Dan inilah mobil-mobil impian aku itu, sukur-sukur bisa punya semuanya, tapi suatu saat kalau aku dikasih rejeki buat beli salah satu dari mobil ini pun aku bersyukur banget kayanya, haaa.
VW Beetle Classic

Mobil ini imut, aku suka bentuknya yang mirip kodok telungkup, hehe, warna apapun aku suka :D

Ini versi modernnya, untuk yang ini, aku suka warna silver dan ungunya.
VW Combi

Naaah, yang satu ini aku suka karena bentuknya juga. Panjang kaya roti dan sangat roomy, cocok banget buat keluarga besar kalau mau mudik, hehe. Aku selalu ngebayangin pergi traveling using this car keliling Indonesia, eh okelah Jawa Barat dulu deh, hehe, mobil ini juga bisa dioake sekalian buat usaha, soalnya tempatnya luas :D
Mini Cooper

I WOULD DIE FOR THIS CAR!

Old type Mini Cooper, ini pun nggak masalah, aku pengen, eh malahan lebih yang Classic dan tua-tua lebih mahal yah :p
Honda Jazz

Honda Jazz itu simple tapi tetep stylish and functional ada yang mau beliin aku? :D
Itulah mobil-mobil impian aku, simple aja sih tapi kebayang aku harus nabung berapa lama untuk beli satu dari mobil ini, ampuuun.
Percakapan antara Bapak dan Tukang Cukur tadi pagi ...
Bapak : Mas cukur Mas, mana rekannya Mas?
Tukang Cukur : Lagi sendirian aja Pak
Bapak : Mana koran kemaren Mas, lihat!
Tukang Cukur : Alhamdulillah Pak saya sehat
Aku : -__________-"